27.4.09

Popo...i miss you...


Febuari 09…
Aku lihat kamu datang dengan membawa beberapa bungkus kantong plastik yang penuh berisi barang-barang…dengan penuh rasa semangat…
“beli apa aja?huh..boros..habis gajian langsung belanja..” tanyaku dengan sambil pura-pura marah karena boros.
“aku beli beberapa barang buat kamu” jawabnya dengan penuh senyum, lalu dikeluarkannya sebuah bantal kecil bewarna krem dengan gambar beruang dan hati bewarna merah…


Yang terbesit dalam pikiranku saat itu adalah.. “terima kasih karena kamu menyayangiku…terima kasih karena kamu belum sempat beristirahat sepulang kerja dan kembali keluar dengan berjalan kaki hanya untuk membelikan sesuatu untukku..Tuhan,andaikan kita bisa terus saling menyayangi tanpa ada rasa takut akan pendapat orang, tapi aku tau kami salah…”


“mau dikasi nama apa?”tanyanya
“POPO dan kamu ga boleh lebih sayang ke dia melebihi aku…”jawabku, dan dia hanya tersenyum


April 09…
“aku mampir ambil sisa barangku sebentar”kataku kepadanya
“popo dibawa sekalian” jawabnya
Dan aku pun hanya menjawab dengan menggeleng…
Dengan penuh perasaan campur aduk, bukan karena aku tidak ingin, bukan karena aku tidak menghargai pemberiaan kamu, bukan karena aku tidak menyayangi popo, tapi karena aku takut semakin sulit aku menghadapi hari-hariku tanpa kamu dan bantal itu sangat mengingatkanku padamu…
“ini aku beli karena aku kasi buat kamu jadi dibawa” kembali dia berkata
Dan aku pun kembali menggeleng..
“ya sudah kalo kamu tidak mau bawa, aku buang saja” dengan nada tegas


… Popo.. I miss you… apakah kamu masih disana?


Pupu – 21.IV.09

0 komentar:

Posting Komentar