30.4.09

should i let you go? and should i give up?

Sekarang aku mungkin bukan siapa-siapa buat kamu..
Meskipun begitu, you’re always special for me…
There was a friend said to me “Everyone makes mistakes, dari kesalahan itu kita bisa belajar banyak, clear your head and cooling down… and time will heal n will bring some changes…”
Mungkin saat ini lebih baik aku menjauh, karena aku tahu dan aku masih sangat merasakan kamu masih marah dan belum bisa memaafkanku…
Menjauh dan menunggu sampai kamu benar-benar bisa memaafkanku, bukan karena aku tidak ingin berusaha untuk mencoba memperbaiki dan mencoba melakukan beberapa pendekatan supaya kamu tidak marah lagi. Tapi mungkin semakin aku terus mencoba, semakin kamu menjauh…sekarang yang aku lakukan adalah mencoba untuk tetap tenang dan menunggu…

For you “N”…
Aku bener-bener minta maaf, mungkin ini untuk yang kesekian kalinya dan aku pun yakin kamu bosan mendengarnya…tapi aku tidak akan pernah bosan meminta maaf sampai kamu benar-benar memaafkanku..
Aku akan mengurangi mengganggumu dengan mengirim sms atau apapun, dan aku pun yakin kamu pun bosan mendengar aku mengucapkan kalimat ini…(mungkin ini untuk yang kedua kalinya, karena memang sangat sulit buat aku untuk tidak menghubungi mu…tapi aku akan coba lagi)… aku akan menunggu, dan kapanpun kamu perlu atau butuh kamu bisa menghubungiku…
And Im sure you’ll be fine, cause I know you are a strong person…
Will miss u so much…

Pupu – 30.IV.09

29.4.09

my emptiness




Ada pepatah “life goes on”..
iya life must goes on, hanya untuk tetap menyimpan kenangan yang menurut aku sangat sayang untuk dilupakan begitu saja. Mengunjungi beberapa tempat yang sangat penuh kenangan buat aku, bisa cukup menghibur&menemaniku… seperti 2hari ini yang aku lakukan.. dan serasa kejadian itu seperti kemarin, atau lebih ekstrimnya.. seperti menonton sebuah film flash back yang memposisikan aku “saat ini” sedang melihat film-film yang berupa kenangan-kenangan itu, hanya saja waktu dan situasi yang tentu saja sudah berbeda…

Suatu sore dibulan februari…
Aku ingat sekali, aku menjemputmu dari pekerjaan yang aku tahu sekali kamu dibuat sangat lelah oleh pekerjaan itu..
“mau kemana kita?” tanyaku
“jalan-jalan dulu ya, baru kita pulang”jawabnya
Dan akhirnya kita mengunjungi suatu tempat yang dulu kamu selalu bilang…
“aku pengen kita duduk-duduk disana”
Dan akhirnya kita sempat juga duduk ditempat itu, setelah beberapa bulan berlalu dari saat kamu mengucapkan keinginan kamu..
“kita salah pilih tempat duduk, angin bawa percikan dari air mancur itu kearah kita”kataku sambil tersenyum…

Dan hari ini…
Hari ini, aku tidak lagi salah memilih tempat duduk karena aku memilih duduk diarah yang bersebrangan dari tempat duduk kita dulu..dan aku hanya bisa tersenyum menahan tangis sendiri melihat tempat duduk kita dulu...dan aku pun tahu,life must goes on…and I will miss that moment…

Pupu – 29.IV.09

28.4.09

siapkah aku?


In a minute Im needing to hold her

In an hour Im cold, cold as stone

When she leaves it gets harder and harder to face life alone

Now my dreams are filled with times when were together

Guess what I need from her is forever love


Forever love - Gary Barlow


Hanya tersisa 3hari dari sekarang untuk bisa melihat kamu secara nyata… dan 3 hari lagi kamu kembali ke kotamu dan meniggalkan kota ini, kota yang kamu sebut sebagai “kota yang paling tidak enak, dan merupakan suatu kesalahan” dan semoga kamu disana selalu baik-baik… dan aku pun tidak akan pernah bosan untuk selalu meminta maaf atas apa yang sudah aku lakukan…


Siapkah aku?siapkah aku untuk tahu bahwa kamu tidak lagi disini, siapkah aku untuk tahu bahwa kita kembali jauh…jauh, dan kata “jauh” ini tidak seperti dulu yang dengan kita jauh tapi selalu saling memberi kabar. tapi untuk nanti, kata “jauh” ini akankah masih bisa sama seperti dulu?
Siapkah aku?tidak, aku tidak siap…


I really miss u and will be missing you…don’t you know that?can’t you see it?i miss u and I love you…


Pupu – 29.IV.09

ThAnK YoU

Terima kasih buat kesempatan yang akhirnya kamu berikan, meskipun waktu lebih banyak terpakai dengan hanya terdiam tapi sedikit pembicaraan yang terjadi sudah sangat cukup buat aku…cukup untuk saat ini, setidaknya ada sedikit perubahan…

Terima kasih, karena kamu tidak sungguh-sungguh dengan kata-kata yang terucap minggu lalu..kamu masih menyimpan Popo..

Terima kasih buat teman-teman yang selalu mendukung&sudah banyak membantu buat aku kembali punya semangat.. my special thanks to “Gendut” for always support me everyday, give me advices and you’re really good listener and my best friend…and thanks to “R” for your advices
Terima kasih untuk hari ini,…

Pupu – 28.IV.09

27.4.09

only me...



Listen to the sound of sea... and listening my fave songs as my friend...

Pupu - 27.IV.09



Chance & Change


“chance” & “change” – I wish I have a chance, hanya sedikit kesempatan untuk terakhir kali sebelum waktu kita habis, yang hanya tersisa beberapa hari.. satu kesempatan dan aku akan menunjukan perubahan yang mungkin selama ini tidak pernah kamu dapatkan dari aku…
Hanya berharap pada satu kesempatan ini, berharap kita bisa baik, hanya kalimat “tidak lebih dari sekedar teman” yang berani aku ucapkan. Walaupun mungkin kita tidak bisa seperti yang dulu, tapi buat aku – berharap masih bisa menjadi teman bagi kamu & tahu kabar kamu atau bisa melihat sedikit senyum untuku sudah cukup untuk aku kuat lewati hari-hariku… dan buat aku, you’re always special for me…


Pupu – 27.IV.09

Popo...i miss you...


Febuari 09…
Aku lihat kamu datang dengan membawa beberapa bungkus kantong plastik yang penuh berisi barang-barang…dengan penuh rasa semangat…
“beli apa aja?huh..boros..habis gajian langsung belanja..” tanyaku dengan sambil pura-pura marah karena boros.
“aku beli beberapa barang buat kamu” jawabnya dengan penuh senyum, lalu dikeluarkannya sebuah bantal kecil bewarna krem dengan gambar beruang dan hati bewarna merah…


Yang terbesit dalam pikiranku saat itu adalah.. “terima kasih karena kamu menyayangiku…terima kasih karena kamu belum sempat beristirahat sepulang kerja dan kembali keluar dengan berjalan kaki hanya untuk membelikan sesuatu untukku..Tuhan,andaikan kita bisa terus saling menyayangi tanpa ada rasa takut akan pendapat orang, tapi aku tau kami salah…”


“mau dikasi nama apa?”tanyanya
“POPO dan kamu ga boleh lebih sayang ke dia melebihi aku…”jawabku, dan dia hanya tersenyum


April 09…
“aku mampir ambil sisa barangku sebentar”kataku kepadanya
“popo dibawa sekalian” jawabnya
Dan aku pun hanya menjawab dengan menggeleng…
Dengan penuh perasaan campur aduk, bukan karena aku tidak ingin, bukan karena aku tidak menghargai pemberiaan kamu, bukan karena aku tidak menyayangi popo, tapi karena aku takut semakin sulit aku menghadapi hari-hariku tanpa kamu dan bantal itu sangat mengingatkanku padamu…
“ini aku beli karena aku kasi buat kamu jadi dibawa” kembali dia berkata
Dan aku pun kembali menggeleng..
“ya sudah kalo kamu tidak mau bawa, aku buang saja” dengan nada tegas


… Popo.. I miss you… apakah kamu masih disana?


Pupu – 21.IV.09

how are you?

“apa kabar?” 2 kata itu yang selalu aku ingin tanyakan…
“Apa kamu baik-baik disana?sudahkah kamu bertemu dgn mama&papa serta adikmu yang selalu kamu rindukan?apakah kamu senang disana?sudahkah kamu bertemu dengan teman-temanmu?dan semoga kamu bisa melupakan letih dan lelah mu selama dirantau untuk sejenak…”

“aku disini tidak begitu baik… sesibuk apapun aku disini, walaupun aku bertemu dengan teman-teman yang kurindukan, walaupun aku berkumpul dengan keluargaku yang kusayangi, tapi aku tidak bisa berhenti untuk tidak selalu memikirkan dan merindukanmu…seramai apa kota ini, semenyenangkan apa kota ini, tak semenyenangkan dan tak seramai tanpa kamu…”
even you are not with me again but I always have special place for you in my mind,my heart…and I wish you know that I miss you everyday…


Pupu – IX.IV.09

things i can't erase


Happy Sunday 08, Htl NI our 1st time meet, pair of ring, your fave song “with u”-chris brown, my bday gift from you CD “late night Randevous” & “aiza seguirra”, Tondano, Bukit kasih, Popo…etc.. too much to mention all things&place that always remain me of you…
thank you for loved me..


Pupu – 5.IV.09

01.06.08

01.06.08 Tanggal ini adalah hari minggu, buat aku bukan sekedar hari minggu biasa…that was my unforgettable Sunday.. minggu yang begitu berkesan. Dimana dia dan aku saling menyatakan janji buat saling menyayangi, saling menjaga walaupun pada saat itu jarak memisahkan kita. Semua terasa begitu indah, hari-hari terasa selalu dilewati bersama-sama, tidak sedetikpun terlewatkan tanpa saling memberi kabar dan tak lupa kata-kata “I love you” selalu terselip disetiap pembicaraan…dan rasa lelah dan letih pun hilang…
Seiringnya waktu berjalan, semakin besar rasa sayang yang tercipta…yang kadang membuat terbesit pikiran… seandainya aku bisa terus bersamanya tanpa ada rasa takut akan cemooh yang nantinya akan ada ketika melihat dua insan yang tidak seharusnya saling menyayangi…

Pupu – II.IV.09

chapter 1

Semua bermula dari sesuatu yang datang secara kebetulan, mungkin bisa disebut “not in the right time and not in the right place”…
Dimana waktu berjalan lambat dan mulai kehilangan semangat dan antusiasme. rasa saling mengerti dan saling menyanyangi tergeser oleh kesibukan-kesibukan yg sangat menyita waktu, tergeser oleh pihak-pihak luar yang seharusnya tidak berpengaruh, tergeser oleh adat dan hukum sosial publik,tergeser oleh tata krama, tergeser oleh rasa ego yang besar, tergeser oleh emosi sesaat…
Dan sekarang yang tersisa adalah rasa kehilangan..yang mungkin tidak akan pernah bisa kembali…
only in my mind or maybe only just my imagination you will come back someday…you may say im not realistic or you may say im a dreamer,but that’s the only way that I know to make me strong without you…

sometimes ago…
“sebaiknya kamu pulang, supaya pikiran-pikiran aneh dari ibu itu hilang…aku sudah sering ngalamin seperti ini”
“apa yang sebaiknya aku lakukan?” tanyaku penuh perasaan tidak pasti
“lakukan apapun rutinitas kamu seperti biasa, setiap hari sabtu dan minggu kita masih tetap punya waktu sendiri” dengan kalimat yang sangat menenangkan hati

Sometimes ago..
“aku boleh ke sana?” tanyaku berharap mendapat jawaban iya.
“tidak” dengan wajah pasti
“aku malas, nanti ikut kebawa suasana bete gara-gara kamu pasang wajah bete” jawabnya menjelaskan

Apakah kalimat yang menenangkan beberapa waktu sebelumnya sudah tidak ada artinya lagi?apakah pihak-pihak luar itu begitu kuatnya berpengaruh?sampai apa yang pernah kita sepakati sebelumnya terhapus dari ingatan begitu saja?



pupu - III.09